Sipat Datar / Waterpass (1)

Posted: June 27, 2010 in Pemetaan
Tags: , , , , , , ,

Berhubung di proyek kemarin saya masih menemui pengukuran manual dengan sipat datar, saya tertarik untuk menulisnya kembali..meski sipat datar ini bisa dikatakan tergolong jadul untuk diterapkan di proyek2 skala besar. Mengapa? Selain pemakaian lebih praktis, dari segi ketelitian juga lebih akurat. Tapi untuk hal2 yg bersifat pembelajaran, biasanya masih dipakai penggunaan dengan sipat datar ini.

Dalam hal ini saya hanya menulis tentang kondisi2 pengukuran yg mungkin terjadi di lapangan dan rumus2 dasar yg digunakan pada kondisi tersebut.  Mengenai setting alat bisa dilakukan dilapangan menggunakan alatnya langsung. Sebelum itu perlu diketahui terlebih dahulu bagian2 dari sipat datar yg diperlukan dalam perhitungan rumus2 dasar tersebut.

Bagian dalam sipat datar

Gambar tersebut menunjukan bagian optik dalam sipat datar yang dilihat pada saat kita ‘membidik’ sasaran (baca: bak ukur). Benang vertikal berfungsi untuk mengontrol bak agar tetap tegak pada saat pembacaan. Benang atas untuk pembacaan ‘atas’, benang tengah untuk pembacaan ‘tengah’ dan benang bawah untuk pembacaan ‘bawah’. untuk lebih jelas kita lihat gambar dibawah ini.

contoh pembacaan :

ba =1,35 m ;    bt = 1,25 m;     bb = 1,15 m

Dari sini bisa kelihatan langsung fungsi dari masing2 benang. Benang tengah merupakan pembacaan yg digunakan untuk mencari beda tinggi dari dua buah titik pembacaan. Benang atas dan bawah berfungsi untuk mengoreksi pembacaan benang tengah. Selain itu  fungsi benang atas dan bawah juga untuk menghitung jarak optis, yaitu jarak antara pesawat (sipat datar) dan bak ukur yg diperoleh dari pembacaan sipat datar (optik).

Rumus :

1. Mengontrol pembacaan benang tengah (t).

** a = benang atas ; b = benang bawah ; t = benang tengah

2. Jarak Optis

** 100 = faktor pengali alat (dari spesifikasi alat)

Sipat datar / Waterpass

Advertisement
Comments
  1. Frans says:

    terima kasih atas petunjuknya di atas.
    saya mahasiswa Geologi. saaat ini lagi membutuhkan petunjuk – petunjuk dan cara – cara menggunakan alat pengukuran untuk perpetaan. mohon bantuannya.

  2. inunky says:

    ini hanya sedikit ulasan saja..lebih banyak langsung baca di buku2 :)
    semoga bermanfaat..

  3. chandra teknik says:

    tambahin donk dgan bagian2 alatx serta fungsinya jga ok

  4. takya ryes says:

    klo teodolid tidak yah ulasann secara singkatnya??

  5. bie_geomatic says:

    oia, saya masih bgug dengan toleransi&koreksi pengukurannya?
    trus, mohon diberi contoh buat laporanya ya klo ada…

    • inunky says:

      koreksi yg mana ya?
      saya juga bingung :D

      setahu saya koreksi dilakukan jika pengukuran mencakup areal/jarak yang jauh
      jadi dikoreksi karena adanya pengaruh lengkung dari bumi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s