Jangan Jalani Hidup Sendiri

Sudah hampir tengah malam. Alun-alun kota mulai sepi. Sepasang suami istri
setengah baya itu mengemasi dagangannya. Sang istri membereskan piring,
gelas dan perabot lain. Sedangkan si suami memasukkannya dalam gerobak.
Sesaat mereka menghitung berapa laba yang masuk. Siapa pun tahu, penghasilan
tak selalu datang seperti yang diharapkan. Terkadang hujan turun, terkadang
petugas ketertiban menghalau, atau terkadang semuanya begitu menggembirakan.
Manis dan asam memang bumbu penyedap sehari-hari. Yang pasti, esok,
kehidupan sekali lagi harus dijalani.

Mempunyai tekad keras serta berusaha tanpa menutupi muka seringkali tak
cukup. Kita perlu sebuah kekuatan batin; yaitu, kemampuan untuk menerima
segala sesuatu yang terjadi. Orang bilang, ini adalah sebuah keberserahan
diri, sebuah tawakal, sebuah kepasrahan. Sepasang suami istri itu berjalan
bergegas. Yang laki mendorong gerobak, yang perempuan terkantuk-kantuk duduk
di atasnya. Keduanya berlalu menembus malam. Hidup memang bukan untuk
dijalani sendiri. Tapi bersama teman, sahabat atau kekasih, hidup adalah
untuk saling kuat-menguatkan, topang-menopang, serta kasih-mengasihi.
(Editor Rekan-Kantor.com)

  1. salam kenal yah,, blogwalking nih..

    • salam kenal juga..masi baru nih..mohon sharing dan pengalamnnya🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: