Hanya ingin rela…

sebelumnya…saya cuma mau bilang kalau tulisan yg saya tulis ini bukan untuk dibaca..(semoga saya tidak ke-geer-an)..

sekali lagi bukan untuk dibaca..hanya untuk ditulis saja..knp?

karena tidak ada gunanya sama sekali..mengerti? dan kalau ada pertanyaan..knp ditulis kalau tidak ada gunanya?

saya akan jawab..justru karena tidak ada gunanya..maka saya bilang untuk ditulis saja..tidak untuk dibaca🙂

. . . . .

Sesekali saya ingin mencurahkan isi pikiran saya. Isi pikiran yang terkadang berubah menjadi suatu ganjalan di hati. Dan setiap ganjalan itu muncul seakan seperti ada sesuatu yang ingin mendesak keluar dari dalam ‘tenggorokan’ saya. Entah kenapa ganjalan itu bisa muncul, padahal klo dipikir2 tidak ada yang harus ‘diganjalkan’ dan tidak ada yang harus ‘dipikirkan’. Tapi ya itulah adanya saya sebagai ‘tempat salah’..setiap kali ingin biasa2 saja dan menganggap tidak ada apa2, yang keluar justru ganjalan tersebut yang ada dalam pikiran saya.

Setiap ganjalan tersebut muncul, saya selalu bertanya..”apakah ikhlas sama dengan rela?”

Akhirnya saya putuskan untuk mencari2 di internet tentang kedua hal tersebut meskipun pertanyaan saya tidak 100% terjawab. Dari yang saya baca, ikhlas (kebanyakan) berhubungan dengan Tuhan dalamm hal ini adalah ibadah. Entah ibadah yang hanya berhubungan dengan Tuhan ataupun yang berhubungan dengan orang lain dengan mencari keridhoan Tuhan.

Rela..mungkin mirip dengan ikhlas, namun menurut saya lebih berhubungan dengan hal yang bersifat keduniawian. Jika ada yang berbeda pendapat silahkan..saya hanya menyimpulkan menurut pandangan saya. Hal yang bersifat keduniawian ini bermacam-macam. Misalnya saja jika kita lagi kehilangan sesuatu, baik itu barang, teman, pacar ataupun kehilangan kepercayaan dari orang yang sudah mempercayai kita.

Dari kedua definisi diatas, saya jadi bertanya pada diri sendiri tentang ‘ganjalan’ yang ada pada saya, termasuk tidak ikhlas atau tidak rela kah?

Anggap saja saya sedang menyayangi seseorang. Namun karena Tuhan tidak pernah ‘mengijinkan’ saya untuk selalu bersama, akhirnya kita hanya menjadi teman. Teman yang salaing menyayangi, yang (mungkin) selalu tahu tentang keadaan masing-masing, teman yang saling berbagi cerita masing2..kebanyakan dia sih yang cerita😀

Banyak hal yang diceritakan. Mulai dari kebiasaan sampai kerjaan ditempat barunya itu. Oh iya, tulisan ini kelanjutan dari tulisan yang sebelumnya di blog saya ini..silahkan cari klo mau :p . Dari banyak cerita, satu yang bikin saya heran..kenapa waktu dia bercerita tentang orang yang ‘mendekati’nya..pikiran yang berubah menjadi ganjalan tadi selalu muncul dalam benak saya. Seperti ingin mendesak keluar dari dalam tenggorokan..huff..saya sangat tidak suka ini. Seperti perasaan marah atau males atau setengah hati atau apalah yang bikin suasana hati saya berubah total. Saya tidak mengerti. padahal sudah jelas bahwa dia hanya akan sebatas ‘begini’ saja keadaannya..tak bisa lebih.

Saya sendiri tidak tahu kenapa bisa ada seperti ganjalan ini. Padahal saya inginnya ya biasa saja meski perasaan ini tak pernah biasa. Saya hanya ingin menemaninya sebagai teman saja..teman yang tidak lebih dari apapun. Rela sebagai orang yang selalu bisa membuatnya nyaman dan tenang berteman dengan saya. saya hanya ingin rela..jika ikhlas terlalu tinggi buat saya…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: